- Little bit bussier this month.
- Taf'al. Sooooo... tiring.
- Organized a new project. Bismillah.
- Happy wedding! :D
- Happy birthday, Bu Umi!
- Happy birthday, Olan!
- There was an invisible conflict intern slime girls. Resolved.
Tuesday, March 31, 2015
Journal of 2015: March :(
Sunday, March 8, 2015
Music I Love: Jagoan Pengantar Tidur
Ngga selalu aktivitas wajib kita yaitu tidur berjalan mulus kayak jalan tol. Sometimes, ada gronjalan di tengah-tengah yang bisa disebut mimpi, mimpi indah sih bagus lah kalo mimpi buruk? Atau sometimes and somehows, gronjalannya udah ada bahkan pas kita belum memulai!
That's why there is a tiny important things yang disebut lagu pengantar tidur. Yang namanya individual things, ada yang butuh, ada yang perlu. Kalau aku termasuk yang perlu. Kalau ngga bisa tidur karena banyak pikiran yaa, setel hp dan dengerin playlist pengantar tidur, otomatis berhenti setelah 6 atau 11 menit, kalau aku. Dan yang namanya pengantar tidur pastinya ya lagu yang melow sendu sedan. Termasuk lagu alami yaitu rintik hujan. Eh panjang amat pengantar tulisan ini, udah ya. Dimulai ya? Lagian ngga mau bahas hujan juga -____-
Saturday, February 28, 2015
Journal of 2015: Sweet February :)
- Making clay (again) hizzzz.-.
- Prepared some things for a competition from any sources.
- Slime awards.
- Went to Fariz's house and then Remen Beach. On the street there was a police operation, but alhamdulillah... :D ykwim.
- Had a great-weekend with mommyy.
- Happy birthday, Hensi!
Saturday, January 31, 2015
Journal of 2015: January, The New Chapter
- Spent last holiday in Malang
- The 2nd semester has started
- Business time.-. soooo lame hehe
- Order waru order waru...
- Festband 2k15, but I didn't go along it well.
- Happy birthday, Smasa!
Saturday, January 24, 2015
Rasa yang Tak Pernah Habis [Sebuah Cerpen] #10
![]() |
| Source: here |
If I just can call him, 'teman lama'.
Jam di dinding kedai teh ini menunjukkan pukul lima sore. Semburat jingga terlihat jelas dari dalam jendela kedai. Kurang dua puluh menit lagi, dia datang. Aku menyeruput teh hijau yang tadi kupesan. Hangat, nyaman, membaurkan kenangan lama.
Denting teko keramik para penyaji membuatku tersenyum. Dulu, dulu sekali, aku dan teman lama yang kumaksud ini sering kesini, hanya untuk mendengar indah denting yang terbentuk alami, bersahut-sahutan. Kami bahkan tak jarang mampir, hanya untuk menciptakan suara yang kami berdua sukai itu.
"Mana yang lebih kamu pilih, teh hijau yang sudah dingin, atau teh lemon anget?" Tanyanya.
Aku senyum, lalu pura-pura berpikir, "Teh melati yang sehari penuh di simpan di dalam teko keramik."
Dia menoyor kepalaku, "Yeeeee, gak ada di pilihan kali, Key." Aku nyengir. "Aku pilih pilihan yang kedua kalau gitu. Teh lemon anget."
Sunday, January 18, 2015
Film Crime dan Thriller yang Seruuuu \^o^/
![]() |
| Source: here |
Oh ya, setauku film crime yang mantep ya punyanya korea. Totalitas banget, sama kebanyakan alurnya ngga ketebak. Nah karena lagi dimabuk film crime, baiknya aku bikin film crime yang menurut aku seru deh ya... yang worth to watch, pastinya. Tapi, karena banyak juga adegan kekerasan, 16+ yaaaa :))
Subscribe to:
Posts (Atom)





