Showing posts with label My Feelings. Show all posts
Showing posts with label My Feelings. Show all posts

Tuesday, July 2, 2019

A very short story about

Izinkan aku bercerita mengenai iron man-ku
sosok yang ku cintai hingga 3000
ketahuan keracunan lagu stephanie ya? ahaha

Jadi, dulu aku pernah menjadi korban bullying
di kelas tuh tanpa ampun aku disindir, dicaci, dimaki
ya karena aku orangnya paling ngga bisa denger hal-hal negatif,
aku nangis di bangku. sampai guruku ngeh kalau aku nangis tapi diem aja takut makin parah nangisnya yakan
Alhamdulillahnya aku punya temen sebangku yang baiiikk banget jadi tetep ngelus-elus punggungku.

Pulang-pulang wajahku pucet, mata bengep, dan merah

Friday, October 6, 2017

SOMEDAY

Hasil gambar untuk TUMBLR KIMINO NAWA

Today I'm crying again
Seeing you.. smiling in further
Someday i will make you smile and happier that this

The wind is so cold right?
I'm afraid you will be sick
And the wind bring me the scent of you
And there is no you

I really hope someday you'll say "don't cry, i'm here...."
And I will be your most precious person.


Someday..

Gambar terkait

Saturday, April 11, 2015

Denting yang Tak Lagi Berbunyi

Suatu hari dalam satu waktu, hal yang ku takutkan kini merajamku
Jari yang biasanya lincah berlari mulai menghitam
Kaca licin tempat dimana jarimu berseluncur menjadi kasar
Kala bola mata tak mau saling memandang
Dan denting yang tak lagi berbunyi

Sebetulnya, yang tak mau lagi berbunyi

Sunday, November 9, 2014

In This Sunday#2: Sunday Morning's Something


Assalamualaikum.

Di minggu pagi ini, ada 'banyak sesuatu' yang menemaniku. Nggak penting sih tapi kalau nggak ada nggak komplit dong. (Padahal banyak nganggurnya dan banyak tidur)

Sek-sek, ini klarifikasi dulu, jadi 'something' ini artinya barang. Nggak something-something yang lain apalagi something-nya Syahrini. Okay, ini dia My Sunday Morning's Something ^-^

Friday, October 31, 2014

Kepada Sang Malam

Ingin ku buang jauh perasaan yang menghapiriku malam itu
Menyelubung hati tanpa ketukan, tanpa salam
Tak ada angin tak ada hujan, malam pun masih mengusir raja siang
Rasa itu membekapku secepat laju sang pemburu angin

Aku menikmatinya, aku membiarkannya, aku berharap rasa itu tetap ada
Tapi rasa itu bisa membunuhku
Mencekiku kala aku masih bergelut dengan mimpi
Tak apa, bunuh saja aku
Harapku hanya satu, pencipta rasa itu

Apa daya, aku bukan siapa-siapa
Bukan anak dewa bukan anak raja
Hanya gadis yang memandangnya dari kejauhan
Tersenyum lebar layaknya orang gila

Kepada sang malam,
Wahai sang malam yang mengusir temaram
Layakkah aku berada di sampingnya?
Layakkah aku mengusap peluh di keningnya?
Layakkah aku menjadi orang yang akan ia teteskan air mata?

Kepada sang malam,
Aku menuntut pertanggungjawaban
Engkau mempertemukan aku denganya dalam senyap
Legam, hanya ada titik-titik lampu malam serupa kunang-kunang
Mungkin saja, rasa itu datang bersama lentera malam

Menyerangku, menyergapku,
Membuatku tak berdaya
Membuatku tanpa kata

Kepada sang malam,
Wahai sang malam, pertemukanku dengannya saja, aku sudah senang.

source: here















31 Oktober 2014

Thursday, October 30, 2014

Kertas Lusuh yang Terhiraukan

Coba bayangkan siapa yang akan memanjat rumah orang, demi menggapai salah-satu jendelanya?
Kemudian memasukkan tangannya
Demi memuaskan keingintahuannya.

Ya, aku.

Kutemukan dua kotak obat batuk
Kutemukan sebuah benda merah marun
Kutemukan pula buku-buku yang sengaja ditinggal dengan terbuka
Dan kutahu milik siapa

Itu milik seseorang yang kukirimi pesan 
Dalam selembar kertas yang sengaja kulusuhkan
Jatuh di antara dinding dan kasur hijau setelah kulemparkan
Entah seseorang itu menghiraukan
Atau bahkan membuang layaknya kaca yang tlah menjadi serpihan.

source: flickr
















30 Oktober 2014