Saturday, January 24, 2015

Rasa yang Tak Pernah Habis [Sebuah Cerpen] #10

Source: here
Aku memasukkan handphone yang sedari tadi kupegang ke dalam saku blazerku. Kemeja tipis putih, plus blazer merah marun, rok hitam selutut menempel pas di badanku. Aku belum sempat mengganti pakaian sehabis dari kantor, langsung menuju tempat ini untuk bertemu teman lama.

If I just can call him, 'teman lama'. 

Jam di dinding kedai teh ini menunjukkan pukul lima sore. Semburat jingga terlihat jelas dari dalam jendela kedai. Kurang dua puluh menit lagi, dia datang. Aku menyeruput teh hijau yang tadi kupesan. Hangat, nyaman, membaurkan kenangan lama. 

Denting teko keramik para penyaji membuatku tersenyum. Dulu, dulu sekali, aku dan teman lama yang kumaksud ini sering kesini, hanya untuk mendengar indah denting yang terbentuk alami, bersahut-sahutan. Kami bahkan tak jarang mampir, hanya untuk menciptakan suara yang kami berdua sukai itu.

"Mana yang lebih kamu pilih, teh hijau yang sudah dingin, atau teh lemon anget?" Tanyanya.

Aku senyum, lalu pura-pura berpikir, "Teh melati yang sehari penuh di simpan di dalam teko keramik." 

Dia menoyor kepalaku, "Yeeeee, gak ada di pilihan kali, Key." Aku nyengir. "Aku pilih pilihan yang kedua kalau gitu. Teh lemon anget." 

Sunday, January 18, 2015

Film Crime dan Thriller yang Seruuuu \^o^/

Source: here
Genre film crime emang nyrempet-nyrempet genre action. Jalan ceritanya tentang  kejahatan. Entah itu melakukan kejahatan atau menumpas kejahatan. Penculikan, pencurian, pembunuhan, dan laen-laen lagi. Nah, di film crime tentunya ngga jauh-jauh dari kata detektif atau intel. 

Oh ya, setauku film crime yang mantep ya punyanya korea. Totalitas banget, sama kebanyakan alurnya ngga ketebak. Nah karena lagi dimabuk film crime, baiknya aku bikin film crime yang menurut aku seru deh ya... yang worth to watch, pastinya. Tapi, karena banyak juga adegan kekerasan, 16+ yaaaa :))


Monday, January 5, 2015

I need the other one to hold you, make you feel better

Wednesday, December 31, 2014

Journal of 2014: December [page 365 of 365]

source: here
I always love december, holiday inside, and the new page will come, with the new thing!^-^

Personal life: 

    • H-1 UAS and I didn't go to school. Went along to my brother's proposal. Met my (soon) sister in-laws. She's beautiful :D
    • There was an asdfghjkl classmeet after uas.
    • Hppybrthdy, Lila. Thanks for the night.
    • Hppy mami-days. 
    • Took a holiday program in Pare, just threes. Got some friends from different town, too. Amazing week, by the way:p even I got sick in few days hehe.
    • Pray for air asia.

    Thursday, December 4, 2014

    Music I Love: Sweet Rock! \:D/


    Lah ngapain sih nyetel lagu rock, kan berisik?!

    Ehm.
    Rock emang berisik tapi kebanyakan maknanya nggak seberisik kedengarannya kok=))

    Sorry sorry deh ya. Banyak band rock yang lagunya keren-keren juga kayak MCR, Daughtry (ini solo sih-,-), Kings of Leon, OneRepublic, Linkin Park, Mr. Big (ini kesukaannya temen sekelas), The Beatels (ini kesukaannya tetangga gue) dan masih banyak lagi. Dan yang paling aku suka........................

    Lagu rock yang pas didenger bisa bikin aku bilang "so sweeeet" sambil meluk guling. Kalo gitu aku mau absen dulu lagu-lagu yang bisa bikin aku bilang begitu. 

    Sunday, November 30, 2014

    Journal of 2014: November, goodbye..

    Source: here
    Personal life: 

        • Papimami finally home. 
        • Participated at islamic gathering with arnada as delegation of smasa *cieh*
        • Made some donuts from limbah tahu w/ ma friends.
        • The 'coming soon' project well done. But I'm not satisfied at all. 
        • Happy 4th anniversary, Kaum High!
        • Aqiqah my 2nd nephew, Ihsan.
        • Tragedi solid.

        Sunday, November 23, 2014

        Bias Rasa Untuk Kamu, dan Tuhan

        Aku bersyukur pada Tuhan yang membawahi semesta, kamu ada
        Lalu bertemu dalam ruang yang sama
        Muncul dalam hariku meski dengan jeda
        Selalu dapat memanggil senyuman simpul di antara lara

        Aku tidak perlu bertanya mengapa baru datang sekarang
        Karena itu lintasan kita, memang
        Tak perlu pula bertanya apa akhirnya aku nanti akan lekang
        Tergantikan cahaya yang lebih terang

        Tapi,
        Demi mata yang saling berbicara
        Demi bahu yang saling bersebelahan
        Demi rasa yang kian berpendar

        Aku bersyukur demi apapun, Tuhan melukiskan kita tersenyum bahagia
        Entah di kanvas yang sama, atau tidak.


        23 November 2014