 |
| Source: here : Edited by me :) |
"Hoi, bengong aja liatin cewek-cewek!” Aku menepuk pundak sahabatku yang sedang terduduk di kursi panjang taman kampus ditemani D18-nya, tadi matanya mengamati segerombolan anak cewek—entah mengamati siapa—namun sekarang berpaling kepadaku.
“Lama amat!” Gerutunya membuatku terkekeh.
“Di sini aja ya fotonya?” Tawarku.
“Oke. Selfie gimana?” Tanyanya sambil menyeting kameranya.
“Ogaaah, ah. Kan minggu lalu udah selfie. Dimasukin di insta, lagi.” Gantian aku yang menggerutu.
“Ya, deh,” Dia mengarahkan kameranya kepadaku dan mulai menghitung. Aku segera berpose—tersenyum—klasik sekali.
“Seep!”
“Gimana hasilnya?” Tanyaku.
“Yaelah pake nanya, seperti biasa, cantik-manis-menarik!” Jawabnya sambil menoel pipiku lalu merangkul bahuku dengan erat. Ya, dia merangkulku dengan erat tanpa ada apa-apa. Hanya berteman—dekat. Dan rangkulan itu membuat jantungku berpacu lebih cepat.