![]() |
| Source: here |
Dengar. Dengarkan aku. Tatihan tertahan di malam senyap ini kaulah penyebabnya. Sedetik setelah mendapat pesanmu yang menghangatkan sekaligus menyadarkanku bahwa aku sebenarnya bukan yang kamu mau. Aku tidak buta hanya saja aku yang tidak mau membuka mata lebar-lebar. Kamu ada di depanku, membuka hatimu hanya untukku, selalu di sisiku dan tak pernah meninggalkanku.
Bukan begitu?
Tapi yang kulihat darimu bukan yang seperti itu. Kamu dingin. Tertutup. Tidak peduli. Bahkan membalas pesan sekenanya, satu kata tak lebih dari dua huruf. Kadang ya, oh, hm, gk, h2, hingga ok. Aku tidak protes apa lagi menuntut. Aku bahkan tersenyum dan bersyukur kamu mau meluangkan waktu membalasnya disaat kamu terpekur dengan duniamu, game. Aku hanya bisa memegangi jaketku rapat-tapat dan menutup kesempatan angin menelusup. Dingin, namun masih belum mengalahkan dingin dirimu.








