Showing posts with label Romance. Show all posts
Showing posts with label Romance. Show all posts

Sunday, November 12, 2017

10 Best Film Keren dan Menguras Air Mata PART 3 [Terbaru]


Halo, fellas! Balik lagi denganku disini. Banyak banget nih yang request daftar filmnya diupdate, hehehe. Yang penasaran sama part 1 dan part 2 bisa langsung cus ke sana ya! Oiya sempat ada pertanyaan kenapa sih, kok film korea mulu yang direview? Jawabannya: Nggak juga lho, aku juga review film barat mungkin kadang film barat budayanya bertolak belakang sama Indonesia kan. Dari situ aku sukaaa sama film korea yang inovatif sama jago bikin termehek-mehek. Sekali lagi, review itu sifatnya personal, jadi ya aku nggak merekomendasikan film yang aku sendiri merasa nggak nyaman nontonnya. Aku juga suka nonton film mandarin, thailand, INDONESIA apa lagi. Jujur, film indo yang nangkring di bioskop tuh menarik-menarik banget, cuma yaa.. temen nontonnya itu gak ada HAHAHA. Jadi males ke bioskop deeeh. Oiya kalo mau nonton film korea di Indo sih aku rekomendasiin ke CGV. ;))

Yaudah yuk, berikut adalah 10 rekomendasi film yang bakal mengiris hatimu! Kalo gak bikin nangis, paling gak bikin hatimu nyesek, deh! Dijamin. Jangan lupa siapkan mood yang baik + camilan + tissue (conditionally) HEHEHE XD

Will You Be There (2016)



BAGUS BANGET. BANGET. Kisahnya tentang seorang dokter bedah yang saat tugas di negara asing menyelamatkan seorang anak, anak tersebut tidak tahunya memberikan sebuah 'hadiah' yaitu pil yang bisa bikin dia time traveling ke saat dia muda dulu. Ya, dia punya cinta pertama yang meninggal dengan sadisnya. Dia ingin kembali ke saat itu dan menyelamatkan kekasihnya. So sweet bukan?

Monday, December 21, 2015

Korean Drama Review: Angel Eyes (2014)

Angel eyes
"Jika diberi kesempatan untuk jatuh cinta ketiga kali, akankah kamu memilih untuk jatuh cinta kepada orang yang sama?"
-Soowan-

Yoon Soo-wan (Go Hye Sun) dan Park Dong-joo (Lee Sang Yoon) adalah cinta pertama masing-masing. Dong-joo diam-diam mengamati Soo-wan saat mengantarkan bubur labu ke rumahnya. Namun ia akhirnya tahu kalau Soo-wan itu buta. Kekurangan itu tidak menutupi rasa cintanya, mereka akhirnya dekat, bahkan ibu Dong-joo, Jung hwa, menganggap Soo-wan sudah seperti anaknya sendiri. 

Saturday, November 8, 2014

Music I Love: This Saturday Night

Ehem. Malming yaaa? :D
Daripada nganggur (padahal tugas mtk masih bertebaran layaknya bintang malam) aku memutuskan untuk membuka blog. Dan share lagu.



source: here
Prolog dulu ya.
Bermula dari paketan always on, aku akhir-akhir ini sering buka youtube. Nah, nggak sengaja di pinggir-pinggir ada video reccomended gitu nah aku nemuin band yang namanya Mayday.

Sunday, August 24, 2014

Segenggam Kolase [Sebuah Cerpen] #9

Source: here
Beruntung adalah sebuah kata yang tepat untuk mendeskripsikan aku saat ini. Menjadi seorang guru di sekolah yang dulu kuhabiskan tiga tahun untuknya. Setiap saat mengajar murid-muriku, kelebatan lima tahun lalu muncul bak iklan dalam film-film promo. Lebih beruntung lagi murid-muridku yang sedang menjalani masa penjajakan ini, berbahagialah kalian, nak. Jangan seperti aku dulu.

"Buka halaman empat puluh satu, ada tujuh soal di sana. Kerjakan dengan baik, oke?" Ucapku final setelah menjelaskan sedikit poin kepada mereka diiringi anggukan pasrah maupun desahan tertahan. Aku tersenyum letih. Merasakan berbagai macam yang ikut berdesir dengan darah sejak awal aku masuk kelas ini. Hijau pupusnya, aroma mawar sesaat dan yang paling membelenggu adalah gemercik air kolam sebagai suara latar. 

Benar, ini salah satu dari tiga kelas yang kujajaki dalam setahun penuh. Kelas yang paling menorehkan kenangan. 

Tak terasa aku melangkah keluar meninggalkan muridku tanpa pamit. Derap langkah hak tujuh sentiku termakan suara gemercik yang memang sedang kutuju. Aku duduk di bangku putih samping kolam air. Senyum letihku menghangat. Air yang mencuat menggores pipiku pelan, menggugah kenangan dulu. 

Ada cerita di balik kolam ikan ini. Antara aku dan dirimu. Kisah klise sebuah kolase. 

Friday, July 25, 2014

Review Film: The Classic (2003)

THE CLASSIC (2003)
Imdb: 8.0/10
The Classic mengisahkan perjalanan cinta seorang ibu dan juga anaknya secara maju-mundur. Kisah sang ibu diceritakan secara flashback.

Bermula ketika Ji-Hye membersihkan rumah dan tak sengaja menemukan kotak milik ibunya, Ju-Hee, berisi kumpulan surat dari cinta pertama ibunya. Melalui surat-surat dan sebuah buku diary, Ju-hee menyelami cinta pertama ibunya disusul scene flashback kisah Ju-Hee.

Wednesday, July 23, 2014

Rekomendasi Film Romance Asia Favorit Wajib Tonton

Source: here | Edited by me.
Hai hai. Berhubung masih dalam masa liburan menuju hari raya yang kuselingi dengan menonton film aku jadi kepengen share tentang film Asia yang keren dan wajib di tonton. Sebenarnya pengen juga film hollywood tapi Asia dulu deh. Sebagai pribumi yang baik, hehehe. Nanti akan dikategorikan dalam beberapa kategori yaitu genre. Ada Romance sama Romance Comedy dan Comedy sama Action, dan juga Tearjerker yang sebelumnya sudah pernah kuposting. Udah deh basa basinya, check dibawah aja ya.

R o m a n c e

Untuk genre romance, jangan ditanya deh, Asia jagonya. Mulai dari punya India yang legendaris, contohnya Kuch Kuch Hota Hai, punya Korea yang lebih berwarna dan nendang, punya Jepang yang sendu-sendu gimana gitu, punya Taiwan yang unpredictable, punya Thailand yang ringan tapi greget, hingga punya Indonesia yang entahlah, masih berkembang dan pastinya belum bisa ngalahin AADC. Pokoknya Asian Romance itu tak terkalahkan.


Sunday, May 25, 2014

Mata Kirana [Sebuah Cerpen] #8

Source: here | Edited by me:)
Seumur hidup, Gilang tak pernah merasa sebodoh ini—menghabiskan waktu menatap seseorang gadis dari balik jendela kamarnya, Kirana. Gadis itu lebih muda lima tahun darinya, sekarang dalam tahap pengerjaan skripsi. Kamar Gilang berseberangan dengan kamar Kirana. Jadi dia dapat leluasa memperhatikan gerak-gerik Kirana lalu menorehkan apa yang ia lihat di atas kanvas putih. Melukis wajah cantik Kirana setiap hari. 

Dalam satu tahun, Gilang menghasilkan lukisan berobjekkan Kirana. Entah itu Kirana yang sedang menulis, membaca buku, menghadap laptop meneruskan skripsi. Semua yang kirana lakukan di hadapan jendela. Anehnya, kelima belas lukisan Gilang itu tanpa mata.

Thursday, May 8, 2014

Janji Yang Tidak Ditepati [Sebuah Cerpen] #7

Source: here | Edited by me:)
Sudah hampir satu jam aku duduk di kursi ini, dalam kedai teh terkenal kota ini. Tempatku di dekat jendela, tempat kesukaanku. Di sampingku ada pohon maple plastik, indah. Mengalun pelan lagu nostalgia, lupa judulnya. Di kedai luas ini ada berbagai macam orang, mulai dari yang sibuk bercengkrama, menikmati teh dengan makaron, ataupun yang menunggu sepertiku. Ya, aku menunggu seseorang. Seseorang yang teramat penting. Seseorang yang begitu kurindukan. 

Aku sudah mulai letih duduk. Hampir dua cangkir teh habis dalam siang ini. Namun aku akan bertahan. Tetap menunggunya. 

Adalah teman sewaktu sekolah menengah. Aku mengenalnya dari teman-teman yang membicarakannya, entah itu kecantikannya, kemanisannya, kebaikan hatinya, kepintarannya, hingga namanya yang menurutku spesial. Sempurna, katanya. Mana mungkin pula gadis seperti itu mengenalku? Dan saat aku bertemu langsung dengan gadis itu, aku membetulkan kabar angin itu.

Monday, May 5, 2014

Kenyataan Semu [Sebuah Cerpen] #6

Source: here | Edited by me :)
Aku tak mengerti.

Apa yang ada dalam fikirannya?
Meski tak bisa dijelaskan secara gamblang, tapi.... Tapi, tak bisakah mengerti?
Bahasa kerennya sih, tak peka.

Jujur saja, dua bulan terakhir ada seseorang yang (katanya) menyukaiku, Danar. Dia begitu tampan. Wajahnya teduh menyejukkan, apalagi mata cokelatnya. Meleleh bila menatapnya lama-lama. Dia tidak putih, sawo matang tipikal orang Indonesia. Hidungnya standar, tidak mancung juga tidak pesek. Senyumnya....indescripable, sweet! Kalian tak bertanya bagaimana aku? Aku  gadis biasa yang magang di perpustakaan mantan kampusku, di universitas terkenal kotaku. Aku lulusan perbukuan di universitas itu pula. Dia, yang menyukaiku, juga anak magang. Bedanya dia magang di rumah sakit universitas. Faktanya lagi, dia temanku saat SMA. Namun aku tak begitu mempedulikannya, masa bodo!

Bagaimana rasanya disukai orang yang begitu populer? 
Confusing.

Saturday, April 19, 2014

Harder Than You Know // Lebih Sulit Dari Yang Kau Tahu

Source: here | Edited by me :)
Setiap orang pernah patah hati. Bila patah hati ada tiga pilihan untuk diambil dan putuskan; move on, bertahan, atau diam menunggu bantuan waktu. Manakah pilihan terbaik? Tentu saja, bangkit. Karena tak ada gunanya menunggu sesuatu yang tak pantas ditunggu. Menyakitkan, memang. Sebetulnya hanya ada dua pilihan inti yaitu move on DAN bertahan. Lalu mengapa ada tiga pilihan? 

Ada kalanya juga seseorang terjebak dalam dua pilihan yang sulit. Di antara move on dan bertahan. Karena tak kuasa memilih, maka seseorang akan terjebak, terjebak, dan terjebak dalam perasaannya sendiri. Lalu orang tersebut akan pasrah; meminta bantuan waktu. Seperti itu.

Sebuah lagu yang menyentuh mungkin dapat menjadi cerminan dalam daur hubungan. Intinya, seseorang yang telah gagal hubungan dengan kekasihnya yang berniat untuk bangkit. Namun tak semudah membalikan telapak tangan, seseorang itu malah kembali pada masa lalu. Harder than you know, lebih sulit dari yang kautahu.

Tak Lagi Mencintaimu [Sebuah Cerpen] #5

Source: here | Edited by me :)
Dulu sebelum hari ini, aku sempat begitu ingin hari ini datang. Namun setelah hari ini datang, nampaknya keinginanku itu berbalik menjadi sebuah omong kosong. 

Ini kisah tentang orang pertama yang lama mendiami hatiku, dulu.

Aku ingat betul saat baru saja keluar dari Gramedia, di salah satu meja kafe seberang jalan aku melihat jelas dirimu duduk berseberangan dengan gadis lain yang tak kukenal. Kamu bahkan memegangi tangan mungil gadis itu seperti dia itu milikmu. Tapi saat itu pikiranku sungguh dangkal—ah, palingan juga klienmu. Namun tak bisa dipungkiri, ada sedikit rasa cemburu menyelimuti.

Setelah hari Gramedia itu, aku seperti tertampar oleh de javu. Aku melihat wajahmu nan menawan itu di restoran ternama, ayalnya kamu bersama gadis itu lagi. Aku bertanya-tanya apa yang kau cari dari gadis itu hingga membuatmu sedekat itu.

Wednesday, April 9, 2014

Di Tempatku [Sebuah Cerpen] #4

Source: here | Edited by me :)

“Jadi, lo masih gak bisa move on dari mantan lo?” Dua orang pemuda sedang tiduran di kursi lebar depan kost mereka, mereka sering curhat sambil menunggu malam seperti sekarang ini.

“Kagak! Mantan tuh di buang ke laut aja, Han!” Jawab Izal. 

“Terus, napa lo masih jomblo?” Tanya Yuhan.

“Yah, biar jomblo penting ganteng, kan?” Mereka berdua tertawa. 

“Gua punya gebetan, Han! Dia cakep banget, salah satu vokalis band yang terkenal di kampus! Gua dikenalin sama si Kemal dan gua cinta pada pandangan pertama!” Pamer Izal soal gebetannya dengan menggebu-gebu.

“Kalo lo cinta, tembak dong! Jangan tarik ulur doang! Ditolak atau diterima itu urusan belakang, semangat, sob!” Yuhan menepuk-nepuk pundak Izal yang meringis.

Tuesday, April 8, 2014

Bayangan Hari [Sebuah Cerpen] #3

Source: here | Edited by me :)
Kulihat mata kekasihku, begitu sembap. Lalu kuusap rambutnya dan kupegang bahunya untuk menguatkan. Kami telah bertunangan dua bulan lalu, namun dua bulan kemudian ia mendapat kabar bahwa sahabat karibnya, Lea, dirawat di rumah sakit, di sini. Rissa baik-baik saja, buktinya senyumnya sedari tadi belum lenyap, namun aku sangat yakin hatinya tidak baik-baik saja. 

Rissa memasukkan bunga-bunga yang tadi kami beli ke dalam vas air lalu meletakkannya kemudian mengelus rambut Lea yang sedang tidur terbaring. Rissa dan Lea adalah sahabat karib, mereka merupakan teman sejak SMP—temenku juga, sih. Rissa kemudian duduk di sebelah Lea, menggenggam tangan Lea begitu erat sesekali ia memutar cincin tunangan kami—kebiasaannya. 

“Kamu pulang aja, Ngga... Aku nggak apa-apa.” Ucapnya.

Aku menimbang-nimbang, sebetulnya tidak masalah, sih. Namun rasanya mereka perlu waktu untuk ‘bicara’. 

Sunday, April 6, 2014

Kecuali Kamu [Sebuah Cerpen] #2

Source: here : Edited by me :)
"Hoi, bengong aja liatin cewek-cewek!” Aku menepuk pundak sahabatku yang sedang terduduk di kursi panjang taman kampus ditemani D18-nya, tadi matanya mengamati segerombolan anak cewek—entah mengamati siapa—namun sekarang berpaling kepadaku. 

“Lama amat!” Gerutunya membuatku terkekeh.

“Di sini aja ya fotonya?” Tawarku.

“Oke. Selfie gimana?” Tanyanya sambil menyeting kameranya.

“Ogaaah, ah. Kan minggu lalu udah selfie. Dimasukin di insta, lagi.” Gantian aku yang menggerutu.

“Ya, deh,” Dia mengarahkan kameranya kepadaku dan mulai menghitung. Aku segera berpose—tersenyum—klasik sekali.

“Seep!”

“Gimana hasilnya?” Tanyaku.

“Yaelah pake nanya, seperti biasa, cantik-manis-menarik!” Jawabnya sambil menoel pipiku lalu merangkul bahuku dengan erat. Ya, dia merangkulku dengan erat tanpa ada apa-apa. Hanya berteman—dekat. Dan rangkulan itu membuat jantungku berpacu lebih cepat.

Saturday, April 5, 2014

Rahasia [Sebuah Cerpen] #1


Source: here | Edited by me :) 
Lelaki itu hanya bisa menatap lekat-lekat punggung gadis yang duduk membelakanginya. Edyta, gadis yang meluangkan waktu sore untuk sekadar secangkir teh di kafe tanpa nama sembari menatap semburat oranye senja yang indah. Gadis cantik itu telah mencuri hatinya yang hampir terkatup. Sudah ratusan hari ia lewatkan hanya untuk memandangi gadis yang rutin datang ke kafe tanpa nama ini dari belakang—dalam diam. Sebut saja Bagas, lelaki yang hampir bunuh diri setahun lalu karena kehilangan sosok yang ia kasihi. Ia berpikir cinta itu omong kosong dan ia bersumpah, tak akan jatuh cinta lagi. Namun gadis cantik berlesung pipi dan rambut hitam keunguan sebahu lebih itu berhasil membobol hatinya yang keras tanpa kata sejak pertemuan pertama.